Home / Kabar Desa / TRADISI BERSIH WANGAN SETIAP MENJELANG MUSIM TANAM

TRADISI BERSIH WANGAN SETIAP MENJELANG MUSIM TANAM

Brecek.desa.id; Sudah menjadi kebiasaan bagi warga desa Brecek bahwa setiap menjelang musim tanam padi diadakan kegiatan Gotong Royong “Bersih Wangan”.

Wangan adalah sungai kecil atau saluran irigasi tempat mengalirnya air yang bertujuan untuk mengairi lahan persawahan.
Wangan atau saluran irigasi sepanjang kurang lebih 3 km tersebut dikerjakan selama 4 hari berturut-turut oleh warga desa Brecek, khususnya para petani penggarap sawah. Kali ini, kegiatan Bersih wangan tersebut dilakukan dari hari Minggu, 14 Mei 2017 sampai hari Rabu, 17 Mei 2017.

Exif_JPEG_420

Hal tersebut dibenarkan oleh Bp. Edi Mulyono ( 50 th ) selaku Kepala Dusun 2 Desa Brecek, menurutnya Bersih Wangan ini memang rutin dilakukan menjelang musim tanam padi, dengan tujuan saluran irigasi tersebut bersih dari sampah ataupun rumput liar sehingga memperlancar aliran air yang menuju ke persawahan di wilayah desa Brecek.

Exif_JPEG_420

Menurut Bp Dul Musrip ( 74 th ) warga RT 04 RW 01 bahwa bersih wangan tersebut sangat bermanfaat bagi pertanian, cuma sayangnya ada beberapa warga ( petani ) yang kesadarannya kurang untuk ikut kegiatan gotong royong bersih wangan tersebut.

Exif_JPEG_420

Pada dasarnya kegiatan Gotong Royong Bersih Wangan tersebut memang harus dilestarikan. Toh ini untuk kebaikan kita bersama, umumnya bagi masyarakat dan khususnya bagi para petani. Bukankah kita senang kalau melihat sungai kita bersih?Bukankah petani juga senang kalau sawahnya dapat dialiri air?
Jadi marilah kita semua ikut berpartisipasi dalam “Bersih Wangan” tersebut, minimal dengan menjaga kebersihan “Wangan” dengan tidak membuang sampah di tempat tersebut.(…)

About admindesa

Check Also

Bapak Bupati H.Tasdi,SH.MM membuka Perkemahan Bakti Husada di Desa Brecek

Brecek.desa.id; Bapak Bupati Purbalingga, H.Tasdi, S.H., M.M menghadiri Upacara/Apel Besar Hari Pramuka ke-56 sekaligus Meresmikan …

2 comments

  1. Salut buat warga desa Brecek. Masih menjaga tradisi Gotong Royong. Salut juga buat para perangkat desanya. Semoga tetap lestari tradisi yang mulai terkikis oleh Televisi dan Android ini.

    Salam dari Penganut Tradisi dan kesunyian Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *